WiFi dan Telpon Genggam Penyebab Autisme pada Anak.


Hasil penelitian ilmiah dari Australasian Journal of Clinical Environmental Medicine memperingatkan, kemungkinan teknologi jaringan nirkabel-WiFi menjadi penyebab dari meningkatnya pertumbuhan Autisme pada anak-anak di seluruh dunia. (Journal of the Australasian College of Nutritional & Environmental Medicine, 2007; 26 (2):3-7)

Seorang ahli gizi bersertifikat di Nashville, Tennessee, Tamara Mariea yang mengkhususkan dalam menanggani autisme. Bersama Dr. George Carlo, seorang ahli dalam bahaya radiasi elektromagnetik (EMR-Electromagnetic Radiation) yang mengetuai program penelitian terbesar di dunia tentang bahaya telpon genggam terhadap kesehatan di tahun 1990-an. Hasil penelitian mereka dengan serangkaian test dan memonitor anak autis selama tahun 2005 dan 2006 menyatakan, teknologi koneksi nirkabel-autisme ternyata miliki keterkaitan.

Autisme adalah kelainan yang melumpuhkan perkembangan syaraf, dimana penyebabnya sepenuhnya belum dapat dipahami, tetapi diketahui melibatkan keracunan logam berat. Kelompok-kelompok pembela Amerika menyebut Autisme sebagai, “ketidak mampuan perkembangan mental tercepat di Amerika.” Dua puluh tahun lalu, hanya satu dari 10.000 anak yang di diagnosa mengalami gejala yang sama seperti autisme. Data pemerintahan Amerika menunjukkan rata-rata di tahun 2002 menjadi 1 dibanding 150 anak. Para ahli klinis yang merawat penyakit ini memperkirakan saat ini perbandingannya adalah 1:100 anak penderita autisme.

Anak-anak penderita autisme yang mengikuti protokol-protokol pendektotifikasian tertentu di dalam sebuah lingkungan yang diringankan sumber-sumber EMR termasuk telpon genggam dan WiFi. Logam berat dimonitor muncul pada rambut, air seni dan tinja selama periode-periode berjangka dari beberapa minggu hingga beberapa bulan. Para peneliti menemukan dengan mengontrol lingkungan dari bahaya EMR, logam berat hilang dari tubuh anak-anak tergantung pada waktu dan berat molekulnya. Semakin berat logam, seperti merkuri dan uranium, hilang paling lama. Dikebanyakan anak, penurunan logam secara serentak dengan gejala semakin membaik.

Tamara Mariea mengatakan, “Penemuan ini memberikan kita petunjuk penting untuk memecahkan beberapa misteri yang kita temui dalam literatur autisme perihal kemanjuran dari detoksifikasi. Dan, kita sangat senang sekali dengan hasil yang sekarang kita lihat pada anak-anak tersebut. Protokol-protokol kami berhasil.”

Dr. Carlo mengatakan, “Penemuan ini diikatkan pada penelitian lain menunjukkan berbaliknya respon-respon sel membran dan mengacaukan fisiologi sel normal. EMR tampaknya menyebabkan logam terjebak di dalam sel-sel, menghambat pembersihan dan percepatan gejala-gejala yang terlihat.

Penulis menekankan, meningkatnya kasus autisme berhubungan secara pararel terhadap besarnya pertumbuhan penggunaan telpon genggam dan WiFi semenjak akhir tahun 1990-an. Penggunaan nirkabel seluruh dunia mencapai hampir 4 juta orang.

Meskipun beberapa peningkatan pada autisme berasal dari diagnosa lebih efisien oleh komunitas kedokteran,” Dr. Carlo mengatakan, “Besarnya peningkatan autisme pasti memiliki sebab lingkungan yang besar. Data kami menawarkan, penjelasan mekanistik masuk akal terhadap hubungan antara autisme dan teknologi nirkabel.”

Source: Internal Balance

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s