FlashSSD, HD Masa Depan


Kebutuhan akan piranti penyimpanan digital dengan akses kecepatan yang cepat, makin diminati oleh konsumen. Ungkapan “Size is matter!” menjadi pertimbangan para produsen elektronik. Maka dikembangkanlah sebuah hardisk berkapasitas penyimpanan besar, akses cepat, stabil dan tentu saja dengan ukurannya kecil. Muncullah, FlashSSD.

Jadi apa itu FlashSSD??

FlashSSD (Flash Solid State Drive) media penyimpanan berbasis memori flash. Awalnya teknologi ini diperkenalkan hanya untuk industri militer dan penerbangan, serta aplikasi mission-critical. Dikembangkan oleh M-Systems mulai tahun 1995. Dan pada tahun 2006, M-Systems diakuisisi oleh SandDisk.

Selain berbasis memori nonvolatile flash NAND, ada SSD berbasis (memori volatile) SRAM atau DRAM, yang biasanya disebut RAM drive. Adapun SSD flash kecepatannya dua hingga lima kali lipat hard disk. Ia juga lebih hemat energi dan lebih tahan banting.

SSD adalah kelas yang baru bangkit dalam perangkat penyimpanan. Bentuknya menyerupai hard disk. Namun, data tidak disimpan di dalam sebuah cakram magnetik berputar, tapi pada chip memori flash.

Perbandingan FlashSDD

Tabel 1. Speed dan Feeds

Bagaimanakah ketahanan penulisan dalam drive FlashSSD? Berapa kali flash drive dapat bertahan dengan kondisi write-erase? Kebanyakan SSD modern, menggunakan level alogaritma canggih yang akan menyebarkan data, bahkan keseluruh sel-selnya sepanjang waktu. Ingatlah, ini adalah teknologi solid-state device, sehingga isu klasik dari fragmentasi data yang mungkin terjadi saat berputarnya sebuah jarum drive tidaklah berlaku, karena waktu akses yang sangat cepat.

karena teknik gunakan-pergi, dan fakta perangkat NAND dapat bertahan hingga satu juta putaran, keseluruhan masa dari sebuah SSD lebih panjang. Sehingga kehilangan kapasitas di saat perputaran penulisan pada flash tak menjadi masalah. Drive Mtron memiliki 1 juta jam MTBF (Mean time between failures)/rata-rata waktu antara kesalahan, dan dapat menyimpan data selama 10 tahun, jika penyimpananya sesuai.

2 Comments

  1. Ingatlah, ini adalah teknologi solid-state device, sehingga isu klasik dari fragmentasi data yang mungkin terjadi saat berputarnya sebuah jarum drive tidaklah berlaku, karena waktu akses yang sangat cepat.

    Saya rasa masalah fragmentasi itu bukan dari sisi hardware. Tapi masalah filesystem. Liat saja filesystem Linux ext3, ReiserFS, dll tidak terkena dampak fragmentasi seperti FAT dan NTFS pada Winblows..

    Info lengkap baca disini: Why Linux Is Better (http://www.whylinuxisbetter.net/items/defragment/index.php)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s