Awal Tahun 2010


Beberapa jam yang lalu kita telah mengakhiri tahun 2009. Tahun yang bagi saya penuh dengan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa. Begitu banyak yang dapat saya kerjakan di tahun itu. Dan saya juga menyadari pula, blog ini terbengkalai selayaknya tahun 2008 kemarin. Saya tersadar setelah melihat blog stat, ternyata hanya disetiap bulan Agustus, blog ini mendapat pengunjung yang berbaik hati untuk membaca artikel-artikel exciting atau sekedar mencari alternatif bacaan saat terkoneksi dengan internet. Dan tanpa disadari pula, setiap bulan Agustus itulah saya memasukkan artikel baru – kebetulan yang sangat konsisten.

Saya harus mengakui, perilaku menunda mengerjakan sesuatu, telah menjadi bagian dari diri. Entah mengapa, hal itu selalu berkaitan dengan kegiatan menulis – meskipun, menyadari untuk terus memperbaiki gaya penulisan. Kebetulan di akhir tahun 2009, saya mendapat dorongan agar menulis lagi. Pertanyaan saya saat itu, apa yang harus saya tulis? Kemudian muncul ketakutan yang hingga membuat diri saya mendapatkan effect mual maupun pusing. Indikasi stress mulai menyerang diri. Pengetahuan saya mengenai ilmu psikologi [saat kuliah], hypnosis dan NLP, mulai mengambil alih pola berpikir saya. Hanya butuh waktu beberapa hari saja untuk merubah bad habits yang ada menjadi kekuatan dan kemampuan baru bagi saya.

Ternyata menulis itu tidaklah semudah yang saya bayangkan, namun hal itu segera sirna saat saya mulai menulis. Semua itu menjadi automatis muncul dalam diri saya, selayaknya sedang bercakap-capak. Semudah itu. Jadi penundaan selama ini, baru saya sadari berasal dari bentuk ketakutan diri saya sendiri terkait dengan hal tulis menulis. Inilah proses yang harus dihadapi dan saya diharapkan untuk dapat “berdamai dengan diri sendiri”.

Semenjak dua minggu sebelum pergantian tahun 2010, saya telah merasakan perubahan yang signifikan akan hal itu. Saya mulai menulis tanpa beban. Menulis sebanyak mungkin dan kemudian tulisan itu saya sebarkan kepada beberapa kolega, termasuk kepada dosen psikologi komunikasi saya ketika masih kuliah dahulu. Dari beliaulah, saya banyak belajar mengenai dunia jurnalistik, saya juga dipertemukan dengan sahabat-sahabat beliau di Jakarta. Persahabatan mereka inilah yang menarik perhatian saya, tidak hanya saling menolong diantara mereka. Teman dari sahabat mereka akan diperlakukan sama selayaknya sahabatnya. Sesuatu yang tak pernah saya temui sepanjang hidup saya ini.

Mengingat kenangan itu, saya jadi termotivasi untuk kembali menulis. Sahabat dosen saya telah meluangkan waktu disela kesibukanya untuk membantu saya mencapai kesuksesan. Merekalah para mentor, sahabat, sekaligus seorang bapak bagi saya. Pesan mereka sederhana, “Saat kamu nanti sudah mampu, perhatikanlah sahabat dekatmu. Dan perlakukanlah mereka selayaknya kami memperlakukanmu saat ini.” Sebuah nilai yang begitu mulia.  Saat ini saya telah melaksanakan pesan mereka, sebagai wujud rasa terima kasih.

Dikesempatan ini pula, saya ingin menyampaikan Selamat Tahun Baru 2010, kepada para pembaca setia exciting. Semoga Anda semua menjadikan tahun baru ini sebagai titik balik perubahan diri, selayaknya yang telah saya lakukan.

Sebelum menutup tulisan ini, ijinkanlah saya memberikan kehormatan kepada dua orang berikut ini, Gus Dur [KH. Abdurahman Wahid, mantan Presiden Republik Indonesia keempat] dan  Bp. Frans Seda [Fransiskus Xaverius Seda] – salah satu pakar ekonom, beliau berdua telah mangkat dipenghujung tahun 2009. Kedua tokoh ini telah mewarnai dunia sesuai bidang mereka masing-masing dan mereka juga telah menorehkan prestasinya untuk perkembangan bangsa Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s