Undangan Terbuka untuk Semua Jiwa


“Segala sesuatu ada kuncinya, dan kunci surga adalah mencintai kaum musthad’afin (orang-orang tertindas)” (Al Hadits)

Nah…. Sayah udah berenti ngambek… Soalnya tadi malem saya disuguhi susu yang wueanak’e pol! Sekarang pasang gambar ekspresi wajah saya dengan mimik serius di otak sampeyan. Bayangkan sayah, si Nadzir Albanna, tidak lagi cengengesan, minjem kacamata frame persegi punya temen sayah biar terlihat intelek dan berpendidikan, menyipitkan mata yang memang dari dulu sudah sipit, memperbanyak kosakata “Hmm..”, sedang menggeser (gelas) susu yang bisa menganggu tangan saya kalau ingin menggebrak meja..

Hmm.. sampai mana kemarin obrolin kita?

Oh, sampai undangan ya?

“Iya, undangan apa Dzir? Undangan nikah kan?”

Aduhhh… kenapa sih, kata “undangan” selalu diasosiasikan dengan pernikahan? Apakah karena usia saya yang kian menua (baca: matang)? Da sayah mah kumaha Allah weh… Sayah tunduk sepenuhnya pada (ketetapan)Nya. Usia berapa pun jika waktunya telah tiba, tak ada pertanyaan atasnya. Mau besok hayu, mau minggu depan hayu, mau dua tahun lagi hayu, mau empat tahun lagi hayu…

“Ah.. Fatalis kamu Dzir!”

Terserah “orang modern” menyebutnya apa. “Tunduk pada (ketetapan)Nya” tak serta merta sayah konotasikan dengan “pasrah”.

“Lah, undangan nikah itu masa ga ada waktunya?”

Siapa yang mau nikah?? Ini bukan undangan pernikahan! Sayah tegaskan, ini bukan undangan pernikahan!

“Ahhh… ga seru ah…kirain…”

Loh… Sampeyan iki piye toh? Diundang ngeluh, tar klo ndak diundang ngadat… Jangan kayak anak kecil ah…

“Ya udah… maaf… emang undangan apa?”

Sebelum sayah ngejawab pertanyaan itu sayah mau nanya dulu sama sampeyan, “Kapan terakhir kali sampeyan bersadaqah dengan sengaja?”

Maksud sayah, kalau ada pengamen yang nyamperin sampeyan trus menjulurkan tangannya sama sampeyan, itu ndak usah dihitung. Soalnya itu artinya sampeyan yang “dikejar” sadaqah, bukan yang “mengejar” sadaqah.

Kapan?

Ndak usah mengkernyitkan dahi… Santai aja… Pertanyaan ini ndak akan muncul di ujian kampus, ujian semester sekolah, ujian bikin SIM, ujian masuk PNS, UAN, atau dari pertanyaan calon mertua sampeyan… Ndak sampeyan jawab juga ndak apa-apa.

“Apa hubungannya sadaqah sama undangan Dzir?”

Sesuatu.

“Hah? Sesuatu?”

Ada sesuatu yang dibagi.

“Apa yang dibagi?”

Cinta. Kasih sayang. Kepedulian. Kebahagiaan.

“Kok bisa Dzir?”

Undangan sayah bukan sembarang undangan. Sayah membungkus undangan sayah dengan sebaik-baik niat baik. Sebagus-bagus ketulusan. Seyakin-yakinnya bahwa sampeyan akan ikut datang menhadiri undangan sayah…

“Ngalor ngidul aja dari tadi… Undangan apaaaa????”

HHmm….

Ini undangan untuk peduli dan berbuat sesuatu terhadap orang-orang kecil dan orang-orang yang dipandang sebelah mata.

Saya menyebutnya, “Undangan dari orang-orang kecil, untuk orang-orang kecil. Sebelah mata, untuk sebelah mata.”

Jelasnya, di kepala saya dan sahabat-sahabat saya sekarang adalah sebuah ide.

“Ide apa Dzir?”

Sayah dan sahabat-sahabat saya sedang merencanakan membuat sebuah buku, yang isinya adalah kompilasi tulisan-tulisan, notes, yang ditulis oleh penulis-penulis notes di Facebook. Rencananya ada 10 penulis muda yang unik, berlatar-belakang pemikiran yang berbeda-beda, dengan cara pandang yang berbeda, dengan gaya bahasa dan karakter yang berbeda pula. Dan penulis-penulis ini adalah penulis “amatir” di rimba maya, tetapi pesan dan isi yang mereka tawarkan dalam tulisan-tulisan mereka Insya Allah ndak amatiran… Dan karena penulisnya adalah kaum muda, maka harapan utamanya yang mbaca buku ini juga adalah kaum muda.

Ini adalah gerakan non profit!

Hasil penjualan buku ini 100% rencananya akan disumbangkan kepada anak-anak (entah itu panti asuhan atau anak-anak korban pasca bencana – masih dalam proses diskusi). Hasil penjualan tidak disumbangkan berupa uang, namun berupa barang yang dapat menambah nilai guna. Misalkan, 1 set multimedia elektronik DVD + TV + Ensiklopedia. Atau 1 set komputer.

“Kenapa cuma 1 set?”

Ah… sebentar nak…. Sabar… Masih punya waktu ngebaca kan? Masih panjang notesnya kok… santai…

Jadi…

Sekalian saja sayah buka konsepnya, biar sampeyan ndak ragu dateng ke undangannya…

Begini…

Sistem “penjualan” buku ini agak berbeda dengan “penjualan” buku konvensional.

“Kenapa?”

Karena saya pun ogah menyebut ini “penjualan”. Saya menyebutnya “bersadaqah”.

“Loh kok?”

Ya…

Jadi, rumus untuk menentukan harga buku adalah HARGA BUKU = COST CETAK + SADAQAH.

Contoh soalnya begini….

Misalkan, cost cetak per buku adalah 40 ribu rupiah. Lalu sampeyan menebus buku 50 ribu rupiah. Maka sadaqah sampeyan adalah senilai 10 ribu rupiah. Kalau sampeyan mau nebus 70 ribu misalkan, berarti sadaqah sampeyan ya 30 ribu rupiah. Jadi nilai sadaqah silakan sampeyan tentukan sendiri. Mau berapa kek, itu urusan sampeyan sama Yang Diatas. Kita-kita ndak mau maksa orang bersadaqah, apalagi menentukan nilai sadaqah. Cukup disediakan jalan untuk bersadaqah, selanjutnya terserah sampeyan…

Cukup jelas?

Jadi, ini sadaqah bukan sekedar sadaqah. Ini adalah berbagi. Yang bersadaqah dapat ilmu dan amal sekaligus. Dan yang nun jauh disana, anak-anak masa depan Indonesia, yang dipandang sebelah mata, pun semoga akan mendapat manfaat dari sadaqah sampeyan.

Nah…

Sistem begini bukan berarti tanpa hambatan.

“Dimana hambatannya?”

Begini….

Ini adalah gerakan non profit yang bener-bener murni niat baik, meskipun kami memulainya dengan Rp 0,- (baca: nol rupiah, modal niat thok!). Artinya, (belom) ada penyokong dana, apalagi sponsor. Khusus sponsor, kita-kita memang sebisa mungkin menghindarinya agar niat baik ini tetap berjalan di lajurnya.

Karenanya ini akan berpengaruh pada sistem pemesanan buku dan tentu saja “harga” buku. Maksud sayah begini, karena ndak ada uang sama sekali, maka prosedur pemesanan akan dijadikan sistem pre order.

“Pre order?”

Yap. Sampeyan mesen buku, baru kita cetak. Jadi ini memang yang paling gampang dan paling mudah untuk dilakukan.

Tapi yang jadi persoalan adalah dengan sistem pre order maka cost cetak buku akan jauh lebih tinggi daripada sistem ready stock. Artinya, kalau mesen dikit ya lebih mahal nyetaknya ketimbang nyetak sekaligus banyak. Dengan begini ada kekhawatiran nilai sadaqah akan mengkrucut karena cost buku sudah terlanjur tinggi.

Sedangkan dilemanya adalah kalau mau nyetak duluan (ready stock), lah kita orang jelas ndak siap buat nunggu aliran dana century mampir…😛

Ada usulan untuk mencari donatur. Okay. Nice.

Tapi harus dipahami juga, bahwasanya kalaupun ada donatur maka kami yakinkan, kami ndak minta duit kok… Kami mau nyari donatur yang mau minjemin uang. Bukan donatur yang ngasih uang.

“Loh, piye toh???”

Ya jelas lah… Kalo sampeyan liat lagi rumus “harga buku”. Yang disadaqahkan adalah selain cost cetak. Kalau dana donasi masuk, ya ndak bisa dialokasikan ke cost cetak dong. Kalau begitu artinya subsidi. Jelas ndak sesuai sama prinsip dasarnya.

Itu makanya kami mencari dana talangan, alias pinjeman yang akan dikembalikan sejumlah nilai yang dipinjam. Tanpa (Poppy) Bunga.😀

Okay… selanjutnya…

“Berapa target buku yang keluar Dzir?”

Hmm….

Kita ndak usah muluk-muluk. Realistis saja. Target kita sesuaikan dengan estimasi nilai sadaqah kita. Misalkan kita mau ngasih multimedia set + ensiklopedi atau komputer maka diperlukan uang sekitar 2 jutaan rupiah. Ndak besar kan?

Kalau kita asumsikan rata-rata saja….Berprasangka baik sadaqah pemesan buku misalkan 10 ribu rupiah. Ini nilai perkiraan rata-rata loh ya… Jadi untuk bisa beli barang sadaqah artinya paling ndak harus ada keluar 200an eksemplar buku. Realistis dan masuk akal toh?

“2 juta. Kecil. Tapi mau nyumbang 2 juta aja kok repotnya minta ampun?”

Hmm… Ini bukan soal uang Bung! Ini soal kepedulian. Berbagi. Distribusi amal. Menambah manfaat. Kalau pesbukan cuma buat koman-komen, apdet status teu puguh, manas-manasin mantan pacar… Buat apa?

Kami mengundang sampeyan untuk datang dan terlibat disini. Terserah peran yang mau sampeyan pilih. Ada beberapa alternatif keterlibatan yang bisa sampeyan pilih. Sampeyan bisa mengambil beberapa pilihan sekaligus. Bebas! Kami bukan orang-orang yang suka mengekang. Sok aja tanya kekasih kami masing-masing, ndak ada tuh yang suka ngekang-ngekang… Ndak jaman!

Pertama, kalau buku ini terbit ikutlah mesen.

Kedua, kalau ndak ada duit? Sampeyan bisa mengajukan usul, saran, informasi penulis muda yang sarap, informasi tempat nyetak yang murah, bantuin promosi, atau apapun saja… Kita terbuka atas informasi apa saja.

Ketiga, sampeyan kalau memang tergolong penulis yang sarap silakan mengajukan diri untuk menjadi salah satu dari 10 penulis. Tapi ndak dibayar loh…

Keempat, kalau sampeyan mau terlibat di kasak-kusuk tim teknis, kita berterimakasih sangat! Saat ini kita perlu minimal 2 orang pejantan dan betina tangguh yang siap ngiddar-ngider keliling kota Bandung untuk membantu di urusan cetak. Ndak perlu ada pengalaman. Yang penting tahan bantingan The Rock. Dan kalau ndak sanggup ngidar-ngider karena beberapa alasan, tapi masih mau gabung di tim teknis, sok ajah ngomong ke kita, tar dicariin posisi yang sesuai. Tapi lagi-lagi ndak ada bayaran. Semua berdasarkan niat baik nan ikhlas.

Kelima, kalau sampeyan ndak mau terlibat dari 4 penawaran di atas juga ndak apa-apa, masih ada alternatif terakhir. Tolong share link ini di pesbuk sampeyan. Siapa tau ada teman, kerabat, musuh, kekasih, rekan kerja, atau siapapun saja yang mau datang dan terlibat di undangan ini.

Keenam, ndak ada pilihan sama sekali? Sok atuh, mending maen poker atau mafia wars….

Okay…. Ada yang berminat datang dan terlibat?

Albanna 2.0.10
Mengundang semua jiwa.

PS:
1. Notes depan akan ada rilis resmi tentang siapa saja tim teknis dan penulis yang terlibat.

2. Ide ini berawal dari diskusi kecil saya dan sahabat sayah Irpi.

3. Punten, panjang notesnyah…. Dan ini adalah sambungan dari notes terdahulu tautan luar

4. Sehabis nomer empat ya nomer lima.

5. Sebelum enam, saya mau ngucapin terima kasih udah mau nerima undangan ini.

6. Saya ini pikunan, jadi sepertinya banyak yang terlupa untuk ditulis di undangan ini… Nantilah, di notes depan nebus kelupaannya…

7. Nah kan… kelupaan… yang mau jadi donatur talangan juga sok mangga… berarti ada 7 opsi undangan dan 7 PS… Pas kan?😀

8. Dukung kami di Komunitas Sebelah Mata, untuk mengetahui update terbaru ataupun sekedar menyapa. Segala bentuk dukungan Anda akan dan pasati mempengaruhi Generasi mendatang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s